Sufi, Berdoa dan Berdzikir dengan Untaian Sajak dan Syair-Syair -1

Disusun oleh Ustadz Abu Minhal, Lc. Hafidzahullah

Al-Qur’an merupakan kitab hidayah (petunjuk) menuju kebaikan dan keselamatan bagi manusia di dunia dan akhirat. Melalui petunjuknya, hamba-hamba Allah azawajalla yang dinaungi taufik-Nya memperoleh hidayah menuju jalan terbaik dalam setiap segi kehidupan, dalam soal keyakinan (aqidah), ibadah dan akhlak.

Maka, siapa saja yang bertamassuk (komitmen) dengannya, niscaya akan mendapat petunjuk dan orang yang berjalan di atas bimbingannya niscaya akan beruntung. Sebab, ia merupakan pintu hidayah paling besar dan jalan keselamatan paling agung.

Allah azawajalla berfirman : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al-Isra’ :9)

Demikian juga petunjuk Nabi shallallahu alahi wa sallam dalam hadits-haditsnya, sangat penting bagi ummat. Sebab melalui hadits-haditsnya yang juga wahyu dari Allah azawajalla, beliau menjabarkan ayat-ayat al-Qur’an, menjelaskan dan menerangkannya. Juga membawa hukum tersendiri yang tidak disinggung oleh al-Qur’an. Dalam ucapan-ucapannya yang mulia, beliau dianugerahi Allah azawajalla dengan jawâmi’ul kalim, perkataan-perkataan padat lagi ringkas, namun berkekuatan makna yang luas lagi dalam.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Aku diutus dengan jawâmi’ul karim (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila hal ini telah terpahami, maka menjadi kewajiban seorang Muslim untuk mengetahui dan menyadari betapa pentingnya doa-doa yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dan dalam doa-doa tersebut –tidak diragukan lagi- mengandung segala kunci pembuka kebaikan dan penutupnya, dalam permulaan dan akhirnya, secara lahir dan batinnya. Ditambah dengan adanya keindahan, kesempurnaan dan kerapian teks-teksnya. Juga akan mendatangkan perwujudan cita-cita yang tinggi dan tujuan-tujuan yang agung, serta kebaikan yang sempurna di dunia dan akhirat. Dan ingat, karena bersumber dari wahyu, maka akan terjaga dari kekeliruan, kesalahan dan penyelewengan. Allah azawajalla telah memilihkan bagi Nabi-Nya doa-doa terbaik, ringkas, dan memenuhi segala hajat manusia.

KEUTAMAAN DZIKIR DARI ALQUR’AN DAN HADITS SHAHIH

“Yang diperintahkan bagi seorang muslim adlaah berdzikir kepada Allah azawajalla sesuai dengan apa yang disyariatkan agama dan berdoa kepada Allah azawajalla dengan doa-doa ma’tsur yang datang dari al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu alaiyhi wa sallam yang shahih. Karena itu wajib atas seorang Muslim mengikuti (ittiba’) apa yang telah disyariatkan Allah azawajalla dan apa yang telah dicontohkan Nabi-Nya.1

Dzikir dan wirid dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam sudah dapat dipastikan jauh lebih afdhol dan lebih bermanfaat daripada wirid produk manusia biasa, senantiasa bebas dari pelanggaran tauhid, pasti berbahasa baik, fasih dan benar, dan mematuhi hajat hidup manusia, di dunia dan di akhirat.

Karenanya, Ulama Islam mempunyai perhatian untuk senantiasa mengaitkan umat dengan doa dan wirid dari al-Qur’an dan Hadits, lantaran kandungannya yang sempurna, terjaga dari kesalahan dan bebas dari kakaliruan.

Imam al-Qurtubi rahimahullah mengatakan, “menjadi kewajiban orang untuk menggunakan doa dari kitabullah dan hadits yang shahih dan meninggalkan selain itu. Ia tidak boleh mengatakan, “Saya pilih wirid ini saja (yang berasal dari si A)” sebab Allah azawajalla telah memilihkan bagi Nabi dan para wali-Nya dan mengajarkan kepada mereka bagaimana berdoa.”2

Tentang keutamaan doa dan wirid dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang diajarkan Allah azawajalla, Qadhi Iyadh rahimahullah berkata, “Terkumpul padanya (doa beliau) tiga unsur (penting): pengetahuan (yang benaar) tentang tauhid, pengetahuan (yang benar) tentang bahasa Arab, dan niat baik untuk mencurahkan segala kebaikan terhadap umat. Maka, tidak seyogyanya bagi siapa pun berpaling dari doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sebagian orang telah terpedaya oleh setan dalam masalah ini, setan telah menghimpun bagi mereka sekumpulan orang jelek yang membuat-buat doa (dan zikir tertentu) bagi mereka, (akibatnya) mereka ini sibuk dengannya sehingga melupakan mengikuti (doa dan wirid) Nabi shallallahu alaihi wasallam (dalam berdoa)”.3

Simak komentar Imam Malik rahimahullah terhadap orang yang berdoa kepada Allah dengan lafadz, Ya Sayyidi (wahai Dzat Yang Menguasaiku): “(Hendaknya) ia berkata, “Ya Rabbi”, sebagaimana yang diucapkan para Nabi dalam doa-doa mereka.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Seharusnya manusia berdoa dengan doa-doa yang disyariatkan yang datang dari al-Qur’an dan Sunnah (Hadits). Sesungguhnya doa-doa itu (yang bersumber dari keduanya) tidak diragukan lagi tentang keutamaan dan kebaikannya, dan itu merupakan jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi kenikmatan oleh Allah azawajalla dari kalangan Nabi, shiddiqin (para pecinta kebenaran), syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan kaum shalihin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”4

“Perhatikanlah –semoga Allah melindungimu- bagaimana para ulama itu ingin (selalu) mengaitkan manusia dengan doa-doa para Nabi, dan doa dari al-Qur’an serta doa-doa yang ma’tsur dari nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sesungguhnya itulah doa yang paling pantas untuk dilantunkan dan yang paling utama untuk digunakan (dalam berdoa). Dan barang siapa berdoa dengannya, ia berada di atas jalan yang lurus, jalan yang aman, aman dari ketergelinciran dan ia akan meraih setiap kebaikan dan keutamaan di dunia dan di akhirat”.5

———————————

Footnote

  1. Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hlm. 8Al-Jami li Ahkamil Qur’an 4/179. Lihat Fiqhul Ad’iyati wal Adzkar 4/9
  2. Lihat al-Futuhat ar-Rabbaniyyah, Ibnu ‘Allan 1/17
  3. Majmu al-Fatawa 1/346
  4. Fiqhul Ad’iyati wal Adzkar 4/10

Sumber : Majalah As-Sunnah No. 06Thn. XV Oktober 2011 hal. 53-56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: