Heboh Ada Janin Hewan Qurban Saat Dikebiri

Hari ini, Senin 11 Dzulhijjah 1432 H atau bertepatan tanggal 7 November 2011 saat membuka facebook, diberanda ada teman yang mengupload gambar janin anak sapi yang baru saja disembelih. Ukurannya sangat kecil sebesar telapak tangan manusia dewasa. Ternyata hewan yang dikurbankan sedang hamil.

Komentar mereka yang melihat foto terseut beragam. Ada yang beristighfar, ada yg bilang

“Kassiiaaaaaaaaaaaaaaaannnn laggi hamil di sembelih :’) ”.

“ko bsa yg betina yg d qurban ?”

Belum waktunya melahirkan tuh,apa nggk ada yg lain selain yg masih mengandung,,,,,,,??????????

“,,mnurut hukum islam gmn tuuhh…”

“Halal gak sih,,,??”

Bahkan yang empunya foto bilang “kayaknya selain sertifikat sehat, dinas terkait jg kyknya harus ada sertifikat lainya deh”

Iya ya, menurut syariat Islam gimana ya ?


SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN

Oleh : Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

1.  Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

2.  Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun

  • Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
  • Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
  • Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

3.  Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  • Buta sebelah yang jelas/tampak
  • Sakit yang jelas.
  • Pincang yang jelas
  • Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang

Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

4. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

5. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.

6. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah. [1]

HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN

Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.
Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.

  1. Gemuk
  2. Dagingnya banyak
  3. Bentuk fisiknya sempurna
  4. Bentuknya bagus
  5. Harganya mahal

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.

  1. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
  2. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-
  3. Gila
  4. Kehilangan gigi (ompong)
  5. Tidak bertanduk dan tanduknya patah

Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah [2, 3] (almanhaj.or.id)

Dari syarat hewan kurban diatas tidak ada satupun yang menyebutkan apakah hewannya betina atau jantan. Juga tidak disebutkan apakah hewannya harus sedang tidak hamil.

Lalu apa jawaban untuk pertanyaan teman-teman yang komentar itu ya?

Saya pun berinisiatif bertanya ke http://www.konsultasisyariah.com gak perlu waktu lama, pertanyaan saya dijawab via email, berikut isi pertanyaan dan jawaban ustadz pengasih konsultasisyariah.com

Wa alaikumus salam

Tidak ada syarat. Hewan hamil boleh disembelih. Jika setelah induknya disembelih anaknya masih hidup maka anaknya ikut sekalian da sembelih. Karena anak dihukumi sebagaimana ibunya.

2011/11/7 Fitri <fitrixxx@yahoo.com>

From: Fitri <fitrixxx@yahoo.com>
Subject: Hewan Qurban ternyata sedang hamil

Pertanyaan:
Assalamualaykum ustadz,
adakah dalah islam syarat hewan qurban tidak sedang hamil ? Dan bagaimana hukumnya setelah disembelih hewan itu baru diketahui tengah hamil ?

Jadi hewan yang hamil sah-sah aja disembelih. Hanya saja mungkin, kita sebagai manusia yang gak tega kalo hewans edang hamil disembelih… ^^

————

Footnote :

[1]. Lihat Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637) dan setelahnya, Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833) dan Al-Muhalla (VIII/30).
[2]. Para ulama berselisih tentang makna al-Mushfarah, ada yang menyatakan bahwa ia adalah hewan yang terputus seluruh telinganya dan ada yang mengatakan bahwa ia adalah kam-bing yang kurus. Lihat Nailul Authar (V/123).-pen.
[3]. Para ulama berselisih tentang makna Al-Mushfarah, ada yang menyatakan bahwa ia adalah hewan yang terputus seluruh telinganya dan ada yang mengatakan bahwa ia adalah kambing yang kurus. Lihat Nailul Authar (V/123) .-pent

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: